"> Sebab Printer Pakai Tinta CMYK - Manxigroup.com - Toko Printer Murah
Senin s/d Jumat buka jam 08:00 WIB - 16:00 WIB, Sabtu jam 08:00 WIB - 13:45 WIB, Minggu & Hari Besar Libur
Pembelian sebelum jam 14:00 barang akan dikirimkan hari itu juga kecuali barang pre order. Selebihnya akan dikirimkan hari kerja berikutnya. Untuk pengiriman via GO-SEND (Wilayah Solo) bisa menghubungi kami, pengiriman via GO-SEND dilayani maksimal sampai dengan jam 15:00. Jika ada pertanyaan tentang stock atau produk yang tidak tertera di website bisa langsung hubungi kami. Selamat berbelanja di Manxigroup
Beranda » Artikel » TERNYATA INI SEBABNYA PRINTER MENGGUNAKAN TINTA CMYK

TERNYATA INI SEBABNYA PRINTER MENGGUNAKAN TINTA CMYK

Diposting pada 22 June 2022 oleh Admin Manxigroup | Dilihat: 42 kali

MANXIGROUP.COM – Sebab Printer Pakai Tinta CMYK. Banyaknya printer yang beredar di pasaran kebanyakan menggunakan tinta atau toner degan kombinasi warna CMYK atau biasa dikenal dengan cyan, magenta, yellow, dan black.

Namun apakah manxivers tahu mengapa banyak produsen printer yang menggunakan kombinasi warna ini dan tidak menggunakan kombinasi warna lainnya? Apa alasan penggunaan tinta cmyk ini untuk percetakan?

Simak artikel ini untuk menjawab semua rasa penasaran kalian mengenai alasan penggunaan tinta cmyk di dunia percetakan!

Mengenal Model Warna Pada Desain Grafis (RGB dan CMYK)

Di dalam desain grafis, kita mengenal dua jenis model warna dasar yang banyak digunakan yaitu RGB dan CMYK. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar dan kegunaan masing-masing yang perlu manxivers pahami.

Source: presentitude.com

Apa Itu RGB

RGB merupakan singkatan dari Red, Green, dan Blue. RGB dalam desain grafis disebut sebagai warna additive (additive colors).  Warna additive sendiri adalah pencampuran warna primer cahaya (red, green, blue) yang apabila dicampur dengan jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih.

Kombinasi kedua warna primer ini akan menghasilkan warna sekunder yang terdiri dari cyan (gabungan antara green dan blue), magenta (gabungan antara red dan blue), dan yellow (gabungan antara red dan green).

Perlu diingat, sistem warna additive RGB ini berdasarkan pada cara kerja penglihatan manusia yang menangkap banyaknya intensitas gelombang cahaya (red, green, dan blue) yang masuk ke mata. Berarti semakin lebih banyak cahaya yang ditambahkan maka akan semakin terang dan cerah warnanya.

Apa Itu CMYK

CMYK merupakan singkatan dari cyan, magenta, yellow, dan key. Banyak yang mengira bahwa singkatan “K” ini adalah warna black atau hitam padahal bukan. Key merupakan gabungan dari ketiga warna cyan, magenta, dan yellow tadi yang menghasilkan warna hitam.

Akan tetapi warna hitam yang dihasilkan ini bukanlah hitam pekat melainkan seperti lumpur yang kecokelatan. Oleh karena itu, warna hitam ditambahkan agar bisa menjangkau warna-warna yang lebih luas.

Dalam desain grafis, model warna CMYK ini dikenal dengan sistem warna subtractive (subtractive colors). Seperti yang sudah disebutkan diatas, warna subtractive ini adalah warna sekunder yang dihasilkan dari pencampuran warna aditif meskipun secara material warnanya berbeda.

Warna subtractive ini dibentuk dengan pigmen warna yang bersifat transparan. Contoh pigmen warna yang dimaksud ini adalah tinta atau cat.

Mengapa Printer Menggunakan Tinta CMYK bukan RGB?

Model warna RGB ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya intensitas cahaya dalam menentukan kombinasi dan tingkat kecerahan warnanya. Sehingga model warna RGB ini sangat cocok diterapkan pada media elektronik seperti layar monitor, tablet, smartphone, televisi dan sebagainya.

Mengapa? Karena sebagian besar layar tersebut memiliki dasar warna yang hitam atau gelap, dan model warna RGB bekerja melalui penambahan warna (additive colors). Semakin banyak warna yang ditambahkan maka dia akan semakin terang dan semakin berwarna putih.

Lain halnya dengan model warna CMYK. Seperti yang sudah disinggung diatas, model warna CMYK ini justru bekerja melalui pengurangan warna (substractive colors).

Berawal dari bahan media cetak memiliki dasar putih dan akan menjadi semakin gelap hingga berubah menghitam dengan banyaknya warna yang ditambahkan.

Jadi intinya, kedua model warna ini memiliki sifat yang saling berlawanan. RGB (additive) dari yang awalnya hitam menjadi putih, sedangkan CMYK (subtractive) dari putih menjadi hitam dengan banyaknya warna yang ditambahkan.

Source: printplace.com

Alasan itulah yang mendasari printer menggunakan tinta dengan kombinasi warna CMYK dibandingkan dengan RGB. Ketika kita mencetak, media seperti kertas justru menyerap warna dan memantulkan warna yang ada, tidak memancarkan cahaya seperti halnya sebuah layar.

Penggunaan tinta dengan warna dasar cyan, magenta, dan yellow yang sejatinya lebih terang dari red, green, dan blue juga menjadi alasan lain digunakannya model warna CMYK di dunia percetakan. Karena dengan dasar media cetak yang berwarna putih, semakin banyak pigmen warna yang ditambahkan akan membuatnya semakin gelap.

Kekurangan tinta CMY yang tidak bisa memberikan warna hitam sempurna akhirnya dikompensasi dengan tambahan warna hitam sebagai key, sehingga jangkauan warnanya menjadi lebih beragam.

Perlukah Mengkonversi Warna RGB ke CMYK Saat Mencetak?

Kala mendesain, kita terbiasa melihatnya dalam layar komputer yang tentunya menggunakan sistem RGB. Lantas perlukah kita mengkonversi warna dari RGB menjadi CMYK?

Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Semua tergantung situasi dan kondisi. Beberapa mesin percetakan seperti offset dan flexography membutuhkan mode warna yang benar-benar tepat untuk plat film-nya. Namun mesin cetak sekarang kebanyakan sudah mampu mengkonversinya secara otomatis dari RGB ke CMYK.

Akan tetapi, ada baiknya manxivers tetap mengubahnya dari RGB menjadi CMYK ketika mendesain di perangkat lunak. Alasannya sederhana, apa yang manxivers lihat di layar belum tentu sama ketika dicetak di atas media.

Masih ingat sifat sistem warna additive dan subtractive yang saling berlawanan? Konversi warna dari RGB menjadi CMYK tentu akan menghasilkan variasi warna yang berbeda.

Untuk menghindari hal ini, lebih baik memulai membuat proyek desain dengan menggunakan model warna CMYK, bila hasil desain tersebut memang bertujuan untuk dicetak.

Demikian penjelasan mengenai alasan tinta printer menggunakan model warna cyan, magenta, yellow, dan key (black). Semoga artikel kali ini semakin menambah wawasan manxivers mengenai dunia percetakan yang ada di sekitar kita.

Bila ada pertanyaan, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar ya, kita diskusi lebih lanjut disana. Jangan lupa untuk simak artikel menarik lainnya disini. Terima kasih, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya!

Bagikan informasi tentang TERNYATA INI SEBABNYA PRINTER MENGGUNAKAN TINTA CMYK kepada teman atau kerabat Anda.

TERNYATA INI SEBABNYA PRINTER MENGGUNAKAN TINTA CMYK | MANXIGroup.com

Belum ada komentar untuk TERNYATA INI SEBABNYA PRINTER MENGGUNAKAN TINTA CMYK

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR