"> Tips Mengoperasikan DVR StandAlone CCTV - Jual DVR Murah Di Solo
Senin s/d Jumat buka jam 08:00 WIB - 16:00 WIB, Sabtu jam 08:00 WIB - 13:45 WIB, Minggu & Hari Besar Libur
Pembelian sebelum jam 14:00 barang akan dikirimkan hari itu juga kecuali barang pre order. Selebihnya akan dikirimkan hari kerja berikutnya. Untuk pengiriman via GO-SEND (Wilayah Solo) bisa menghubungi kami, pengiriman via GO-SEND dilayani maksimal sampai dengan jam 15:00. Jika ada pertanyaan tentang stock atau produk yang tidak tertera di website bisa langsung hubungi kami. Selamat berbelanja di Manxigroup
Beranda » Artikel » Tips Mengoperasikan DVR StandAlone Pada CCTV

Tips Mengoperasikan DVR StandAlone Pada CCTV

Diposting pada 6 September 2017 oleh Admin Manxigroup | Dilihat: 391 kali

MANXIGROUP.COM | TOKO CCTV MURAH DI SOLO – JUAL PAKET CCTV MURAH DI SOLO – JUAL DVR MURAH DI SOLO. Sebuah sistem DVR standalone menggunakan harddisk sebagai media dan perangkat yang bertugas untuk menyimpan hasil rekaman video yang dioperasikan selama 24 jam tanpa henti. Proses menulis pada sebuah harddisk disebut sebagai proses recording. Saat proses recording jarum harddisk bergerak dari suatu sector ke sector lain. Pada saat recording berjalan proses pergerakan jarum ini akan selalu berlangsung. Hal ini tentunya akan berdampak pada harddsik yang akan mengalami panas yang berlebihan atau overheat.

Jual DVR Murah Di Solo - Tips Mengoperasikan DVR StandAlone
Apabila hal ini dibiarkan akan sangat tidak baik dan akan menggangu kinerja dari sebuah DVR. Sehingga diperlukan penggunaan yang sesuai dengan prosedur yang baik. Sayangnya harddisk yang diperuntukan untuk sebuah DVR masih sangat langka dipasaran. Sehingga bila kemungkinan terjadi kerusakan pada harddisk dan dibutuhkan harddisk lain akan sangat sulit mencari penggantinya. Dan masih banyak DVR yang menggunakan harddisk untuk PC pada operasionalnya. Pada kasus ini akan muncul sebuah pertanyaan seperti bagaimana cara untuk mengoperasikan sebuah DVR standalone agar maksimal ?.

1. Merencanakan Durasi Perekaman

Banyak pengguna yang tidak peduli dengan faktor ini. Padahal ini sangatlah penting. Kesulitan manajement akan sialami bila anda tidak merencanakan hal ini sebelumnya. Sebaiknya mulai sekarang anda perlu perkirakan berapa lama anda merencanakan durasi rekaman seperti 1 minggu atau 1 bulan.

2. Abaikan harddisk Kapasitar Besar

Harddisk ukuran kecil sekitar 160GB sudah sangat cukup untuk ditempatkan pada rumah atau pabrik skala menengah. Pada kecepatan 5 fps harddisk 169 GB sudah dapat untuk merekam 16 channel dalam waktu 1 minggu. Harddisk ukuran rendah atau kecil biasanya lebih awet dan mudah diperbaiki bila terjadi masalah.

3. Jangan Terpana Dengan Istilah Real Time

Kecepatan 1-5 fps sudah pas bila anda gunakan pada rumah dan pabrik. Banyak produsen atau vendor yang menawarkan kecepatan 25 fps. Padahal dengan kecepatan 25 fps akan memakan banyak kapasitas harddisk. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan yang sesuai dengan anda.

4. Bijak Dalam Memilih Mode Rekam

Beberapa pengguna banyak ynag menggunakan mode yang berbeda disetiap channelnya pada DVR. Padahal hal ini dapat menimbulkan konflik alokasi pada hard disk dan merepotkan manajement system. Sebisa mungkin gunakan satu mode saja yang sama untuk setiap channel.

5. Catat Waktu di Awal Rekaman

Hal ini dilakukan untuk mngetahui seberapa lama sebuah DVR telah digunakan untuk merekam. Namun pada praktiknya hal ini sangat jarang dilakukan. Anda tinggal mencatat jam dan tanggal diatas kertas dan letakkan didekat DVR sebagai pengingat.

6. Pilihan Overwrite dibuat OFF

Resiko bila anda membuat ON Overwrite yaitu DVR mungkin akan mengalami kesulitan saat menetukan track awal ketika memulai rekaman yang baru. Karena track tadi sudah diisi data yang akan dioverwrite. Dan mungkin terjadi fragmentasi yang mengakibatkan masalah seperti DVR yang eror dan hang.

7. Lakukan Back Up Bila Ada Kejadian Penting

Hal ini dilakukan agar anda memiliki back up dan memiliki rekaman momen penting di DVR anda.

8. Memformat Harddisk sebelum melakukan rekaman yang baru

Jika akan melakukan hal ini pastikan anda sudah melakukan back up data rekaman.

9. Memanfaatkan Fungsi Auto Reboot (Khusus PC Base DVR Card)

Hal ini dilakukan untuk membuat resource PC menjadi frsh lagi. Anda harus melakukan reboot saat waktu yang tepat dan pas. Jika anda masuk kerja jam 7 pagi sebaiknya anda melakukan reboot jam 7.15 pagi. Apabila reboot gagal maka anda masih bisa melakukan cara manual saat akan masuk kedalam softwarenya. Jika anda merekamsatt jam 12 malam maka anda akan beresiko kehilangan rekaman hingga besuk pagi.

10. Pasang Jumper Watching (Khusus PC Base DVR Card)

Jumper watchdog merupakan kabel yang dipasang pada tonbol reset PC menuju DVR yang diteruskan menuju motherboard. Kabel ini berfungsi dalam menjaga kestabilan DVR. Dengan bantuan kabel ini PC dapat melakukan koreksi sendiri dan sirkuit watchdog dapat mendeteksi bila terjadi kemlesetan pada bus clocking antar DVR dan CPU.

Sekian artikel tentang tips mengoperasikan standalone DVR kamera CCTV. MANXI Group menjual paket cctv murah, kamera cctv murah berbagai merk seperti G-Lenz, HIKVISION, On Fire dan SPC. Kami juga jual nvr dan dvr dengan harga murah. FREE ONGKIR wilayah Solo.

 

Bagikan informasi tentang Tips Mengoperasikan DVR StandAlone Pada CCTV kepada teman atau kerabat Anda.

Tips Mengoperasikan DVR StandAlone Pada CCTV | MANXIGroup.com

Belum ada komentar untuk Tips Mengoperasikan DVR StandAlone Pada CCTV

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
STOK HABIS
SIDEBAR